– Kalau Aku Bisa Bicara Kepada Diriku di Masa Depan
"Aku menulis surat ini, bukan untuk memastikan semuanya akan baik-baik saja. Tapi untuk mengingatkanmu bahwa kamu sudah sampai sejauh ini." Hai, Yuta. Apa kabarmu di masa depan? Apakah kamu sudah lulus? Sudah di Jepang? Sudah bertemu teman-teman baru? Atau mungkin kamu sedang di perpustakaan, menyusun arsip, sambil sesekali tersenyum karena teringat masa-masa kamu dulu menulis ini dengan air mata? Aku tidak tahu di mana kamu saat ini, tapi aku harap kamu masih menjaga hafalanmu. Aku harap kamu masih berpegang pada cinta Allah, bahkan saat dunia berubah. Dan aku harap… kamu masih menulis. Karena dulu, satu-satunya yang membuatku bertahan adalah: keyakinan bahwa kamu — versi masa depan ini — sedang menungguku. Menungguku untuk tidak menyerah. Menungguku untuk terus melangkah. Kalau suatu hari kamu merasa lelah, ingat ya: kamu pernah bertahan saat hidupmu gelap dan hancur. Kamu pernah menangis sendirian di kamar, sambil berbisik ke Allah, "Aku capek, tapi aku tahu Engkau ma...