Di Saat Sayapku Patah, Ada Allah yang Memapah
Untuk Allah .,Yang tak pernah menjauh, meski aku yang sering lupa pulang. Aku pernah merasa dunia terlalu sempit untuk menampung air mataku. Pernah merasa tubuh ini terlalu kecil untuk menahan beban yang datang bertubi-tubi. Pernah terdiam lama di sudut kamar, dan bertanya dalam hati., Ya Allah… masihkah Engkau mendengar aku? Saat itu, aku tak sedang berdoa dengan indah. Bahkan mungkin aku tak berdoa sama sekali. Aku hanya menangis dalam sunyi, dalam keadaan lalai, dalam kondisi tak layak menghadap-Nya. Tapi justru di situlah Engkau hadir, bukan dalam bentuk suara, bukan dalam mimpi, tapi dalam rasa yang sulit dijelaskan, rasa bahwa aku tidak sendiri. Masalah datang satu per satu. Seperti badai yang tak memberi jeda. Aku terseret, terjatuh, dan merasa hancur dalam senyap. Ada titik di mana aku ingin menyerah, ingin berhenti mencoba, karena rasanya… untuk apa semua ini? Namun Allah Maha Tahu. Di balik semua yang tak kukatakan, Allah melihat isi hatiku yang tak sanggup aku sampaikan. All...