– Antara Aku, Allah, dan Jalan yang Kutempuh
"Segala hal yang hilang… sebenarnya sedang diarahkan kembali kepada-Nya."
Aku sudah berkali-kali kehilangan.
Ayah. Kakek. Rasa aman.
Bahkan kepercayaan terhadap diriku sendiri pun pernah hilang.
Tapi semakin aku jatuh, semakin aku sadar:
Allah tidak pernah benar-benar meninggalkanku.
Aku hanya yang terlalu sibuk mencari pelukan di luar, sampai lupa bahwa tempat paling tenang adalah sujud.
Dan di titik paling gelap dalam hidupku, ketika aku bahkan sempat menyakiti tubuhku sendiri…
ada satu suara yang tetap bertahan: suara lantunan ayat yang dulu sering kubaca bersama Nenek.
Allah tidak pernah berteriak agar aku kembali.
Dia hanya menunggu. Dengan sabar. Dengan lembut.
Dengan cara yang tidak manusia manapun bisa lakukan.
Lewat lagu-lagu yang tiba-tiba menenangkan.
Lewat air mata di malam-malam yang aku pikir hampa.
Lewat teman-teman baru yang seperti dikirim dari langit.
Dan kadang… lewat kalimatku sendiri yang kutulis tanpa sadar — tapi terasa seperti doa yang ditulis balik oleh-Nya.
Aku percaya, bahwa bahkan jika aku merasa tidak pantas,
Allah tetap memilihku untuk mengenal-Nya lebih dekat.
Sekarang, aku tidak ingin hanya menjadi "orang baik" di mata manusia.
Aku ingin menjadi seseorang yang utuh, karena Allah menjadi pusatnya.
Aku tetap mencintai musik. Aku tetap menulis dengan jujur.
Tapi sekarang aku tahu, bahwa segala cinta yang benar — akan selalu menuntun kembali pada-Nya.
Aku tidak ingin mencintai BTS melebihi Allah. Tapi aku tahu, Allah pun Maha Tahu, bahwa dari jalan itu, aku belajar mencintai diriku sendiri.
Dan saat aku mencintai diriku, aku lebih mudah mencintai-Nya dengan jujur.
Ya Allah…
Aku tahu aku masih sering lemah.
Aku tahu aku belum sempurna.
Tapi aku ingin tetap melangkah ke arah-Mu.
Meskipun jalannya lambat. Meskipun sesekali jatuh.
Tolong, jangan lelah menunggu.
Tolong, jangan biarkan aku kehilangan arah lagi.
Aku ingin menjadikan tulisan ini bukan hanya tentangku. Tapi tentang Engkau.
Tentang bagaimana kasih-Mu menyelamatkanku dengan cara yang bahkan aku sendiri tidak sadari.
Aku ingin menjadikan hidupku, walau sederhana, sebagai bukti bahwa cinta Allah bisa menyembuhkan siapa pun.
📍 Catatan Hari Ini:
"Aku tidak pernah benar-benar sendiri. Karena bahkan di saat semua pergi, Allah tetap tinggal."
Komentar
Posting Komentar